<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-737146660060791741</id><updated>2012-02-17T01:21:08.913+07:00</updated><category term='test'/><title type='text'>peyek_broel</title><subtitle type='html'>ITULAH INDONESIA</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://peyekbroel.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/737146660060791741/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peyekbroel.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Nu'man Rifa'i</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17454345759976667880</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_ZSqK2BWAlqc/SFIqLjOzayI/AAAAAAAAAAM/CfW0_ZD53EM/S220/peyeks.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>22</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-737146660060791741.post-2702133988220940124</id><published>2011-04-23T12:19:00.003+07:00</published><updated>2011-11-10T20:08:58.185+07:00</updated><title type='text'>ASAL CORET</title><content type='html'>&lt;a href="http://numanrifai.wordpress.com"&gt;Kunjungi blog baru saya di sini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-L6WZcVURGrY/TbJh4tnYxWI/AAAAAAAAAAs/fVQizD5p9YE/s1600/background.JPG" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 228px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-L6WZcVURGrY/TbJh4tnYxWI/AAAAAAAAAAs/fVQizD5p9YE/s320/background.JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5598644913720313186" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/737146660060791741-2702133988220940124?l=peyekbroel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://numanrifai.wordpress.com' title='ASAL CORET'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peyekbroel.blogspot.com/feeds/2702133988220940124/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=737146660060791741&amp;postID=2702133988220940124' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/737146660060791741/posts/default/2702133988220940124'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/737146660060791741/posts/default/2702133988220940124'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peyekbroel.blogspot.com/2011/04/asal-coret.html' title='ASAL CORET'/><author><name>Nu'man Rifa'i</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14548038896567572169</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-L6WZcVURGrY/TbJh4tnYxWI/AAAAAAAAAAs/fVQizD5p9YE/s72-c/background.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-737146660060791741.post-8681270196991641544</id><published>2011-04-21T17:34:00.005+07:00</published><updated>2011-04-21T17:42:37.761+07:00</updated><title type='text'>MENGAPA KARTINI??</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'courier new'; font-size: large; "&gt;&lt;b&gt;Antara Kartini dan Dewi Sartika&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-8dh_GcsU1CQ/TbAJLIXwakI/AAAAAAAAAAk/PxnNsXWV3ic/s1600/selamat-hari-kartini.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 226px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-8dh_GcsU1CQ/TbAJLIXwakI/AAAAAAAAAAk/PxnNsXWV3ic/s320/selamat-hari-kartini.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5597984423651863106" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'courier new'; font-size: small; "&gt;Kalimat itulah yang pernah saya lontarkan kepada seorang kawan. Terlalu bodoh memang pertanyaan itu. Semuanya hanya mengalir. Berawal dari peringatan Hari Kartini setahun lalu. Banyak orang mengagung-agungkan nama Kartini melalui berbagai media sosial jejaring. Sedangkan masih banyak wanita lain yang besar dan cukup berpegaruh di negeri ini. Namun seolah hanya nama Kartini yang pantas diagungkan. Taruhlah sebagai contoh Dewi Sartika. Kedua wanita ini sama-sama berperan dalam pengembangan pendidikan perempuan bumiputera. Sama-sama juga mempunyai darah kebangsawanan(trah bupati).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;Dewi Sartika merintis pendidikan perempuan bumiputera dengan mendirikan Sekolah  Istri. Sekolah yang dirintisnya di sebuah ruangan kecil di belakang rumah yang disinggahi bersama ibunya sejak 1902. Tentunya dia takut jika kegiatan melanggar adat yang dilakukannya itu diketahui oleh Pemerintah Hindia-Belanda. Kegiatan belajar itu lantas diketahui oleh Inspektur Pengajaran Hindia Belanda di Bandung, C. Den Hammer. Pada awalnya inspektur ini menyatakan kegiatan yang dilakukan Dewi Sartika adalah kegiatan terlarang dan membahayakan. Namun selanjutnya Inspektur Inspektur C. Den Hammer malah mendukungnya. Dia menyarankan agar Dewi Sartika menghadap Bupati Martanegara (yang konon mempunyai riwayat buruk dengan keluarga Dewi Sartika) untuk membicarakan pendirian sekolah wanita bumiputera. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;Usul "Uwi" diterima oleh Bupati Martanegara. Dia bahkan memberikan tempat melangsungkan kegiatannya di pendopo kabupaten untuk mengantisipasi terjadinya penentangan dari masyarakat khususnya kalangan priyayi. Tanggal 16 Januari 1904 menjadi tonggak didirikannya "Sekolah Istri" (Sekolah Gadis) oleh "Juragan Dewi" dan menjadi sekolah khusus perempuan pertama di Hindia Belanda. Sekolah itu menampung 20 murid dengan Dewi Sartika sebagai salah satu gurunya dibantu Ibu Poerma dan Ibu Oewit yang merupakan saudara misan Uwi. Sekolah ini berkembang hingga akhirnya dipindah ke Jalan Ciguriang, Kebun Cau atas dana pribadi Uwi dan Bupati Bandung. Yah, walaupun kalangan priyayi umumnya masih menanggapi dingin keberadaan Sekolah Istri.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;Baik Uwi maupun Kartini mempunyai latar berlakang yang sama dalam usahanya untuk memajukan pendidikan kaum perempuan bumiputera. Yaitu untuk membekali mereka agar hidupnya kelak menjadi lebih baik dan mengentaskannya dari pemahaman sempit kehidupan rumah tangga yang seakan menempatkan kaum pria selalu berkedudukan lebih. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;Perjuangan kartini untuk bisa memberikan pendidikan bagi perempuan bumiputera amat panjang. Sejak dia mulai berkorespondensi dengan beberapa sahabatnya, Kartini sudah mengutarakan berbagai kegelisahannya terhadap nasib perempuan bumiputera. Untuk itu dia berharap dapat bersekolah di sekolah guru agar dapat mengajar. Naiatnya ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, baik sahabat (kebanyakan anak pejabat Hindia) dan bahkan dari beberapa pejabat Hindia. Namun disisi lain, tentangan datang dari Ayahnya yang begitu dihormati dan tak mau anaknya menjadi sumber konflik di kalangan priyayi. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;Pasang surut semangat terjadi dalam diri Kartini. Pernah dia hampir pergi ke Belanda untuk belajar. Impiannya pun membumbung tinggi, namun lantas lenyap. Atas anjuran sang ayah, Kartini meneruskan pendidikannya gurunya di Betawi. Kartini pun sepaham dengan pemikiran ayahnya itu, dengan harapan agar kelak ketika mereka membuka sekolah, masyarakat tidak hilang kepercayaan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;Kartini baru dapat mewujudkan cita-citanya untuk memberikan pendidikan perempuan bumiputera pada pertengahan 1903. Murid-muridnya merupakan anak-anak dari kalangan pegawai. Dalam salah satu suratnya untuk Ny. Abendanon-Mandri tertanggal 4 Juli 1903, calon murid yang pertama kali ingin dididik Kartini yaitu seorang anak pegawai bumiputera. Lantas menyusul anak-anak perempuan kolektur dan disusul seorang anak perempuan asisten kolektur. Anak perempuan jaksa Karimun Jawa juga mempercayakan pendidikannya kepada Kartini. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;Ada hal yang membedakan antara perjuangan Uwi dengan Kartini. Dalam memulai proses pembelajaran Dewi Sartika bisa dikatakan memulainya dari bawah tanah. Dia memulai dengan proses yang sangat sederhana, memberikan ketrampilan yang pernah didapat kepada saudara dan siapa saja yang ada dirumahnya. (pada mulanya dia mengajari keterampilan kepada anak pedmbantunya yang tidak sekolah). Lantas dia mendirikan sekolah non formal di salah satu ruangan rumahnya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;Sedangkan pada Kartini, dia ingin langsung mendirikan sekolah formal bagi perempuan bumiputera. Dengan keterbatasannya, ia terlebih dahulu ingin menuntut pendidikan keguruan lantas baru mendirikan sekolah. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;Yang menjadi nilai lebih dari seorang Kartini yaitu karena dia seorang yang rajin menulis. Kartini dikenal sebagai seorang perempuan kritis terhadap masalah perempuan bumiputera. Perhatiannya terhadap masalah perempuan tidak hanya dituliskan dalam surat-surat pribadi untuk para sahabatnya, namun juga termuat dalam berbagai media. Tulisannya mendapat banyak tanggapan positif dari perempuan Eropa dan Belanda. Mereka menaruh simpati terhadap nasib perempuan Hindia. Pandangan sinis justru datang dari kalangan priyayi pribumi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;Surat-surat Kartini menjadi rekam jejak perjuangannya dalam memperoleh dukungan dan empati terhadap nasib perempuan bumiputera. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;Kartini pernah menulis gagasannya pada berbagai media seperti majalah wanita De Hollandse Lelie, Koran Locomotief, Echo, dan Majalah untuk anak negeri De Nederlandse Taal. Bahkan majalah de Echo memberikan kolom khusus baginya. Dalam tulisannya, Kartini tidak menggunakan nama aslinya, tapi menggunakan beberapa nama samaran seperti "Tiga Soedara" di de Echo.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;Sedangkan dalam berkorespondensi, berikut adalah beberapa orang yang menjadi rekannya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;1. Tuan dan Nyonya Abendanon. Direktur Kementrian Pengajaran dan Kerajinan Hindia yang memperhatikan kemajuan pendidikan bumiputra.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;2. Ir.H.H. van Kol dan Istrinya. Seorang politisi Belanda yang menentang penjajahan. Istrinya adalah salah satu penulis dalam De Hollandse Lelie. Kartini berkenalan melalui majalah itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;3. Stella Zeehandelaar. Pegawai pos yang juga penulis. Mereka berkenalan dari majalah De Hollandse Lelie. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;4. Nyonya Ovink. Istri  seorang asisten residen yang pernah berkunjung ke Jepara. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;5. Dr. N. Adriani. Seorang ahli bahasa dan juga penulis.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;6. Hilda Gerarda de Booy. Anak perempuan Charles Boissevain, satrawan dan pimred Algemeen Handelsblad. Berkenalan ketika Kartini berkunjung ke Bogor.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;Mengapa Kartini???&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;Karena dia MENULIS..jawab kawanku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;[dari berbagai sumber]&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/737146660060791741-8681270196991641544?l=peyekbroel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peyekbroel.blogspot.com/feeds/8681270196991641544/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=737146660060791741&amp;postID=8681270196991641544' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/737146660060791741/posts/default/8681270196991641544'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/737146660060791741/posts/default/8681270196991641544'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peyekbroel.blogspot.com/2011/04/mengapa-kartini.html' title='MENGAPA KARTINI??'/><author><name>Nu'man Rifa'i</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14548038896567572169</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-8dh_GcsU1CQ/TbAJLIXwakI/AAAAAAAAAAk/PxnNsXWV3ic/s72-c/selamat-hari-kartini.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-737146660060791741.post-8626347852501139609</id><published>2010-10-29T15:09:00.001+07:00</published><updated>2010-10-29T15:11:47.829+07:00</updated><title type='text'>Mbah Marijan dan "Wedhus Gembel"nya</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_sGCUCSZyTy4/TMqBoAhGEpI/AAAAAAAAAAU/dQONuCgibBM/s1600/mbah-maridjan.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_sGCUCSZyTy4/TMqBoAhGEpI/AAAAAAAAAAU/dQONuCgibBM/s320/mbah-maridjan.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5533377616511636114" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="  ;font-family:'courier new';font-size:small;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt; &lt;/span&gt;Sore itu begitu panas, walaupun sesiang telah diguyur hujan. Semakin sore, hawa pun semakin memeras keringat bahkan membakar tulang. Awas! Dan penduduk pun berbondong menuruni jalan yang menyusur wilayah Kinahrejo. Tampaknya apa yang menjadi prediksi para ahli akan turunnya "wedhus gembel" benar adanya. Sang juru kunci pun mengamini hal itu. Namun dia memilih bertahan untuk tetap mengurusi wilayah kuasanya di lereng maut itu. Dan benar, "wedhus gembel" pun datang menghampiri disaat ia bersujud, mengantarnya kembali kepada Yang Empunya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'courier new';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'courier new';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt; &lt;/span&gt;Siapa yang tak pernah mendengar nama Mbah Marijan? Sesosok tua yang tenar pula dengan pekik "ROSA!" dalam sebuah iklan minuman energi kenamaan semenjak tahun 2006-an. Iklan itu pula yang membuatnya menjadi salah satu selebriti negeri ini. Bukan pelawak, bukan penyanyi dadakan, bukan politisi, bukan artis sinetron, namun menjadi ruh dalam iklan yang dibintanginya itu. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'courier new';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'courier new';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt; &lt;/span&gt;Awalanya, beliau hayalah manusia biasa. Manusia yang terlahir di daerah pegunungan berapi teraktif di dunia, Merapi. Lahir dalam sebuah keluarga yang mempunyai keterikatan dengan gunung Merapi sebagai juru kunci. Jabatan yang diemban atas penunjukan penguasa Kraton Ngayogjokarto Hadiningrat. Atas dasar keturunan ini, Mbah Marijan yang ternyata juga pernah menjadi penasehat presiden Sukarno ini mendapatkan amanat untuk melanjutkan perjuangan ayahandanya sebagai juru kunci gunung Merapi sejak tahun 1982. Entah masuk dalam paniradya yang mana jabatan itu, namun yang jelas secara otomatis dia diangkat sebagai abdi dalem kraton. Pengangkatan sebagai juru kunci Merapi langsung dari Sri Sultan HB IX. Siapa yang sanggup menolaknya?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'courier new';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'courier new';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt; &lt;/span&gt;Bagi sebagian kalangan, kedudukan sebagai abdi dalem merupakan sebuah dambaan untuk menunjukkan pengabdian terhadap Kerajaan atau rajanya. Bisa juga sebagai sebuah pengharapan atas berkah kraton sebagai mana kepercayaan tradisional masyarakat. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'courier new';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'courier new';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt; &lt;/span&gt;Namun jabatan abdi dalem urusan juru kunci Merapi yang diemban oleh Mbah Marijan bukanlah jabatan yang sepele dan biasa. Ini bukan sekedar menyangkut nyawa. Namun menyangkut hubungan vertikal antara Kraton dengan Merapi sebagai simbol Tuhan dengan berbagai ritual dan tradisi yang telah ada. (Hal ini seperti yang diungkapkan Sri Sultan HB X dalam sebuah wawancara di televisi swasta). Dia sebagai seorang yang harus tahu dan paham dengan keadaan Merapi. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'courier new';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'courier new';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt; &lt;/span&gt;Nama Mbah Marijan menasional pada 2006 ketika terjadi erupsi Merapi yang merupakan siklus empat tahunan. Pada waktu itu, pria dengan nama lengkap Mas Panewu Surakso Hargo ini menolak untuk meninggalkan rumahnya yang hanya berjarak empat kilometer dari puncak Merapi. Walaupun kondisi Merapi sudah pada puncaknya dan diperkirakan akan erupsi. Ini bukan soal sensasi layaknya artis atau politikus. Tapi merupakan bentuk tanggug jawab sebagai seorang JURU KUNCI, orang yang paling terakhir. Dan terbuktilah, beliau akhirnya selamat. Sejak saat itulah sebagian masyarakat menganggap bahwa Mbah Marijan sebagai seoarang yang sakti. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'courier new';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'courier new';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt; &lt;/span&gt;Tak ada kata lain selain pasrah yang diucapkan oleh Mbah Marijan ketika terjadi erupsi Merapi tahun 2006. Hal ini seperti yang diucapkan pada putrinya bahwa beliau adalah manusia biasa yang juga makhluk Tuhan. Beliau pasrah bila Tuhan mau mengambil apa yang dimilikinya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'courier new';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'courier new';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt; &lt;/span&gt;Sikap demikian terulang ketika terjadi gejala erupsi pada tahun 2010 ini. Mbah Marijan dengan tanggung jawabnya sebagai orang terakhir menolak untuk turun sebelum memastikan seluruh warganya dalam keadaan aman. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'courier new';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'courier new';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt; &lt;/span&gt;Namun tampaknya Tuhan telah berkehendak. Sang juru kunci pun menjadi orang yang benar-benar berada paling belakang dan terakhir. Tanggung jawab yang diamanatkan diemban hingga akhir hayatnya. Saat orang lain sibuk memikirkan keselamatan dunia, beliau tetap mengutamakan urusan akhirat. Ya, hubungan vertikal dengan Tuhan sesuai dengan amanat Sri Sultan IX (simbolisme hubungan Kraton-Merapi). &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'courier new';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'courier new';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt; &lt;/span&gt;Hal inilah yang menjadikan Mbah Marijan bukan lagi sebagai manusia biasa. Keikhlasan untuk menjalankan tanggung jawab baik sebagai manusia cipataan Allah dan tanggung jawab sebagai pengabdi Kraton Yogyakarta. Perginya Mbah Marijan menjadi sebuah harga yang tak ternilai. Ini sesuai dengan ucapan Asih, putra Mbah Marijan bahwa bencana banjir Wasior, tsunami Mentawai, dan erupsi Merapi tiada artinya bila dibandingkan dengan wafatnya seorang 'alim. Itulah Mbah Marijan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'courier new';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Khoir.......&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'courier new';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;(dari berbagai sumber)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/737146660060791741-8626347852501139609?l=peyekbroel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peyekbroel.blogspot.com/feeds/8626347852501139609/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=737146660060791741&amp;postID=8626347852501139609' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/737146660060791741/posts/default/8626347852501139609'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/737146660060791741/posts/default/8626347852501139609'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peyekbroel.blogspot.com/2010/10/mbah-marijan-dan-wedhus-gembelnya.html' title='Mbah Marijan dan &quot;Wedhus Gembel&quot;nya'/><author><name>Nu'man Rifa'i</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14548038896567572169</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_sGCUCSZyTy4/TMqBoAhGEpI/AAAAAAAAAAU/dQONuCgibBM/s72-c/mbah-maridjan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-737146660060791741.post-6361627929663664004</id><published>2010-05-29T17:12:00.003+07:00</published><updated>2010-05-29T17:24:32.201+07:00</updated><title type='text'>Inug Lagi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ZSqK2BWAlqc/TADqlGF2DMI/AAAAAAAAAFM/4MU-BIuKeoU/s1600/100_1040.JPG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ZSqK2BWAlqc/TADqlGF2DMI/AAAAAAAAAFM/4MU-BIuKeoU/s400/100_1040.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5476635069893708994" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Tak terasa hari ini sabtu 29 Juni 2010, sudah lebih dari seribu hari kau berpulang, Inug, Nugie, Benyamin, atau siapalah panggilanmu. Maaf kawan, aku memang tak sengaja ingat kepergianmu yang sudah hampir tiga tahun ini. Enam semester jika dihitung dalam masa kuliah. Waktu yang panjang tentunya, karna kita bisa menempuh puluhan mata kuliah dalam waktu itu walaupun dengan nilai yang gak jelas. Sekarang masih jam 1 pagi, aku mendengar sayup-sayup berita malam, (yang lebih pantasnya disebut berita pagi sekali, karena hampir jam setengah dua sudah dibilang lewat tengah malam) yang mengabarkan peringatan 4 tahun keluarnya lumpur Lapindo. Lantas aku juga teringat gempa yang juga telah terjadi di Jogja-Jateng empat tahun lalu, beberapa hari lebih awal dari lumpur Lapindo. &lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Kudengarkan berita itu tanpa sengaja sambil ku  paksa otak ini untuk rehat sejenak, tidur. Namun ingatan ini seakan ingin bernostalgia, dan ternyata memang tak bisa ku tahan lagi. Kubiarkanlah memori ini meliar. Ingat gempa, berarti ingat pula masa KKN. Setidaknya itu bagiku, karena aku benar-benar meng Kuli-ahkan diri sebulan setelah gempa terjadi. Ternyata liar betul iangtan ini, dan tiba-tiba teringat pula satu nama, Nugie. Aku masih ingat betul dia bercerita pengalamannya KKN di daerah Pleret, Bantul bersama Maman yang beda jauh keadaannya dengan di lokasi aku di tempatkan. Lebih tepatnya aku iri, karena jatah makan mereka lebih terjamin dari pada aku yang harus beli sendiri dari hasil patungan. Tapi biarlah, itu tidak terlalu penting. &lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Nostalgia soal gempa dan KKN tidak berlangsung lama. Mataku pun terus terpejam, berusaha mengelabuhi malam. Ingatanku malah kembali pada nama Nugie. Ya, empat tahun gempa, empat tahun KKN, berarti sudah hampir tiga tahun dia pergi. Benar, karena Nugie dikabarkan naik becak bersama temannya menuju rumah sakit pojok kampus beberapa hari sebelum pelepasan KKN 2007. &lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Ah, mataku terpaksa kembali terbuka, dan kutatapkan tepat ke atas ke arah atap rumah. Aku kembali teringat wajah Nugie dengan rambut agak gondrong yang khas acak-acakannya menghadap arah kiblat. Aku masih sempat melihat raut mukanya yang nampak tanpa ekspresi (karena tidak bisa berbuat apa-apa lagi) ketika pakaian putih yang menutupi mukanya dibuka untuk ditempelkan ditanah. Dia pun tidak menolak ketika penggali kubur mulai menutup tidurnya dengan timbunan tanah. &lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Aku yakin raut muka Nugie yang aku lihat terakhir itu raut muka kebahagiaan. Maaf, setidaknya dia tidak perlu lagi melanjutkan kuliah, bertemu dengan dosen-dosen yang kadang menjemukan, lebay. Dia juga tak perlu lagi mengerjakan berbagai tunggakan tugas, mengurus nilai yang tak pernah jelas itungannya. Maaf Gie, kamu beruntung juga karena tak perlu menyelesaikan Skripsi yang terkadang menggemaskan, dan tak perlu juga meributkan gelar, cemoohan dosen sendiri, atau mencari ladang kerja lulusan Ilmu Sejarah. Maaf juga, disini aku tidak mencoba untuk membela atau peduli dengan ilmu sejarah. Tapi itulah keadaannya Gie.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Maaf gie, kalo bisa di bilang, aku dan tman-teman lain memang kebangetan. Sudah hampir tiga tahun kamu punya rumah sendiri, baru sekali kita berkunjung. Namun semoga ini tak mengurangi kebahagiaanmu disana Gie. Ingin sekali kita kembali berkunjung Gie, tapi waktu yang belum mengijinkan. Jika kamu masih bisa bersuara, mungkin kamu akan bilang "Mbok mampir cah...." dengan logat jawamu yang masih agak kaku. Maaf, dan sekali lagi maaf Gie...Suatu saat kita akan kembali menghampirimu, semoga dalam keadaan yang bahagia.&lt;br /&gt;Maaf juga, foto diatas cuma buat ingetin aja....&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/737146660060791741-6361627929663664004?l=peyekbroel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peyekbroel.blogspot.com/feeds/6361627929663664004/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=737146660060791741&amp;postID=6361627929663664004' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/737146660060791741/posts/default/6361627929663664004'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/737146660060791741/posts/default/6361627929663664004'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peyekbroel.blogspot.com/2010/05/inug-lagi.html' title='Inug Lagi'/><author><name>Nu'man Rifa'i</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17454345759976667880</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_ZSqK2BWAlqc/SFIqLjOzayI/AAAAAAAAAAM/CfW0_ZD53EM/S220/peyeks.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_ZSqK2BWAlqc/TADqlGF2DMI/AAAAAAAAAFM/4MU-BIuKeoU/s72-c/100_1040.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-737146660060791741.post-1369888223688564175</id><published>2010-03-17T21:09:00.002+07:00</published><updated>2010-03-17T21:32:34.813+07:00</updated><title type='text'>Syeker  Srandakan Jumpalitan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ZSqK2BWAlqc/S6DndLy0RpI/AAAAAAAAAFE/puUg7DsymBE/s1600-h/Laka2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ZSqK2BWAlqc/S6DndLy0RpI/AAAAAAAAAFE/puUg7DsymBE/s400/Laka2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5449610037686453906" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ZSqK2BWAlqc/S6DncrbhZ4I/AAAAAAAAAE8/npckqhsFf5E/s1600-h/Laka1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ZSqK2BWAlqc/S6DncrbhZ4I/AAAAAAAAAE8/npckqhsFf5E/s400/Laka1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5449610028998813570" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ZSqK2BWAlqc/S6DncZCm6sI/AAAAAAAAAE0/zPKBYJA_nKg/s1600-h/10032010%28004%29.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ZSqK2BWAlqc/S6DncZCm6sI/AAAAAAAAAE0/zPKBYJA_nKg/s400/10032010%28004%29.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5449610024062479042" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ZSqK2BWAlqc/S6DnbyEBOrI/AAAAAAAAAEs/Qm15-Z7L2jg/s1600-h/10032010%28003%29.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ZSqK2BWAlqc/S6DnbyEBOrI/AAAAAAAAAEs/Qm15-Z7L2jg/s400/10032010%28003%29.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5449610013599414962" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Shollu'ala Muhammad!!!!&lt;br /&gt;Salah satu cara untuk menunjukkan kecintaan kita terhadap Rosulullah adalah dengna bersholawat. Inilah sebenarnya tujuan dari Syekher Srandakan ketika hendak berangkat ke Solo dalam rangka menghadiri Maulid Akbar di Masjid Agung Surakarta.&lt;br /&gt;Dengan mengendarai bus ukuran setengah, mereka berangkat bersama dari Srandakan sekitar pukul empat sore. Sore berangkat sebanyak 16 Syekher dari jumlah awal sekitar 20an yang hendak berangkat ke Solo.&lt;br /&gt;Namun mungkin Allah berkehendak lain. Sesampainya di ring road selatan sebelah timur terminal Giwangan, bus yang mereka tumpangi oleng hingga menyeberang pembatas jalur lawan, dan akhirnya tergelimpang. kejadian bermula ketika bus menghindari bersinggungan dengan bus Sumber Alam yang hendak masuk jalur cepat (mungkin supir lalai hingga tidak melihat ada bus Syekher yang melaju dari arah belakang) dan bus yang ditumpangi Syekher pun di rem oleh sopir. Namun yang terjadi bus malah oleng dan melompat jalur.&lt;br /&gt;Alhamdulillah, syukur yang tak terhingga, tidak ada korban dalam laka tunggal ini. Beberapa Syekher hanya mengalami lecet dan lebam. Bahkan empat Syekher yang duduk di bangku depan tak luka sedikit pun. Benar-benar kejadian yang luar biasa bagi kami, Syekher srandakan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/737146660060791741-1369888223688564175?l=peyekbroel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peyekbroel.blogspot.com/feeds/1369888223688564175/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=737146660060791741&amp;postID=1369888223688564175' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/737146660060791741/posts/default/1369888223688564175'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/737146660060791741/posts/default/1369888223688564175'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peyekbroel.blogspot.com/2010/03/syeker-srandakan-jumpalitan.html' title='Syeker  Srandakan Jumpalitan'/><author><name>Nu'man Rifa'i</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17454345759976667880</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_ZSqK2BWAlqc/SFIqLjOzayI/AAAAAAAAAAM/CfW0_ZD53EM/S220/peyeks.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_ZSqK2BWAlqc/S6DndLy0RpI/AAAAAAAAAFE/puUg7DsymBE/s72-c/Laka2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-737146660060791741.post-6594575243873651137</id><published>2010-02-10T18:27:00.003+07:00</published><updated>2010-02-10T18:29:26.726+07:00</updated><title type='text'>HABIB SYECH</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ZSqK2BWAlqc/S3KYiLZoD_I/AAAAAAAAAEk/8sMGXA1fP_M/s1600-h/h.syech+01.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ZSqK2BWAlqc/S3KYiLZoD_I/AAAAAAAAAEk/8sMGXA1fP_M/s400/h.syech+01.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5436575413132857330" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/737146660060791741-6594575243873651137?l=peyekbroel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peyekbroel.blogspot.com/feeds/6594575243873651137/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=737146660060791741&amp;postID=6594575243873651137' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/737146660060791741/posts/default/6594575243873651137'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/737146660060791741/posts/default/6594575243873651137'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peyekbroel.blogspot.com/2010/02/habib-syech.html' title='HABIB SYECH'/><author><name>Nu'man Rifa'i</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17454345759976667880</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_ZSqK2BWAlqc/SFIqLjOzayI/AAAAAAAAAAM/CfW0_ZD53EM/S220/peyeks.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_ZSqK2BWAlqc/S3KYiLZoD_I/AAAAAAAAAEk/8sMGXA1fP_M/s72-c/h.syech+01.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-737146660060791741.post-7061870304143483436</id><published>2010-01-25T15:57:00.004+07:00</published><updated>2010-01-25T16:29:44.315+07:00</updated><title type='text'>REUNI EKS SMU 3 BANTUL</title><content type='html'>Reuni anak-anak eks SMU 3 Bantul angkatan 2000 sukses digelar di Pantai Depok, Ahad 24 Januari 2010. Sayang dalam acara tersebut tidak dihadirkan guru SMU 3 Bantul. Acara ini diprakarsai oleh beberapa pentolan SMU 3 Bantul, yang dulu sering disebut SMUT, Seperti Avid Vanani, Adi, Teguh TG, Asri, dan Anna. Hal ini mrnarik karena sampai saat ini belum ada wadah yang secara khusus mewadahi alumni SMU 3 Bantul. Dalam acara ini berhasil dikumpulkan sekiranya 50 alumnus. &lt;br /&gt;Semoga acara ini dapat terus berlanjut diwaktu mendatang dengan peserta yang lebih banyak. Sebagian foto dapat dilihat di http://m.facebook.com/album.php?rd70c713e&amp;v&amp;aid=2026519&amp;id=1511373933 atau klik judul diatas.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/737146660060791741-7061870304143483436?l=peyekbroel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://m.facebook.com/album.php?rd70c713e&amp;v&amp;aid=2026519&amp;id=1511373933' title='REUNI EKS SMU 3 BANTUL'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peyekbroel.blogspot.com/feeds/7061870304143483436/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=737146660060791741&amp;postID=7061870304143483436' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/737146660060791741/posts/default/7061870304143483436'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/737146660060791741/posts/default/7061870304143483436'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peyekbroel.blogspot.com/2010/01/reuni-eks-smu-3-bantul.html' title='REUNI EKS SMU 3 BANTUL'/><author><name>Nu'man Rifa'i</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17454345759976667880</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_ZSqK2BWAlqc/SFIqLjOzayI/AAAAAAAAAAM/CfW0_ZD53EM/S220/peyeks.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-737146660060791741.post-4615442351001633613</id><published>2009-08-17T12:43:00.002+07:00</published><updated>2009-08-17T13:13:25.525+07:00</updated><title type='text'>Naskah Asli dan Lengkap Proklamasi</title><content type='html'>Banyak dari kita yang nggak tau banyak mengenai naskah proklamasi yang sebenarnya dan  selengkapnya. Bahkan mungkin acuh,dan tak mau tau. Artikel berikut memaparkan naskah asli dan lengkap made by BPUPKI yang seharusnya dibaca oleh Sukarno. &lt;br /&gt;   &lt;a href="&lt;BlogItemURL&gt;"&gt;http://indonesiabuku.com/?p=1256&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/BlogItemURL&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/737146660060791741-4615442351001633613?l=peyekbroel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://indonesiabuku.com/?p=1256' title='Naskah Asli dan Lengkap Proklamasi'/><link rel='enclosure' type='web' href='http://indonesiabuku.com/?p=1256' length='0'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peyekbroel.blogspot.com/feeds/4615442351001633613/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=737146660060791741&amp;postID=4615442351001633613' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/737146660060791741/posts/default/4615442351001633613'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/737146660060791741/posts/default/4615442351001633613'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peyekbroel.blogspot.com/2009/08/naskah-asli-dan-lengkap-proklamasi.html' title='Naskah Asli dan Lengkap Proklamasi'/><author><name>Nu'man Rifa'i</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17454345759976667880</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_ZSqK2BWAlqc/SFIqLjOzayI/AAAAAAAAAAM/CfW0_ZD53EM/S220/peyeks.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-737146660060791741.post-5370776103122102148</id><published>2009-07-13T23:01:00.003+07:00</published><updated>2009-07-13T23:05:31.807+07:00</updated><title type='text'>Bangun Tidur, Tak Gendong</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ZSqK2BWAlqc/SltbGJm18EI/AAAAAAAAAEM/bJU96cY3Cc0/s1600-h/mbah+surip.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 98px; height: 147px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ZSqK2BWAlqc/SltbGJm18EI/AAAAAAAAAEM/bJU96cY3Cc0/s400/mbah+surip.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5357976342903517250" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;" class="fullpost"&gt;Orang dengan muka yang sudah uzur ini jadi artis fenomenal akhirnya. Sejak kemunculannya beberapa tahun lalu dilyar kaca televisi-televisi lokal, masih bayak orang yang belum tahu banyak tentang Mbah Surip. Termasuk juga aku.&lt;br /&gt;Awalnya, emang agak canggung dan sanksi dengan penampilan Mbah Surip. Bahkan mungkin lebih tepatnya sinis. Kala itu video klipnya di putar di salah satu televisi lokal  Jogja, atau mungkin TVRI. Lagunya apa, aku juga kurang ingat. Tapi jika tidak salah, itu salah satu singgle nya dalam album Barang Baru.  Judulnya juga Barang Baru. tentu dengan penampilan, gaya dan kekeh yang sama dengan penampilannya saat ini. Namun lagu-lagunya masih ber_genre reggae campuran dangdut. Mungkin baru beberapa orang saja yang  tahu dan suka dengan lagu-lagunya saat itu.&lt;br /&gt;Lelaki tua dengan nama asli Urip Ariyanto ini konon katanya adalah  gelandangan. Orang yang hidup dengan menggelandang. Lahir di Jerman, Jejer Kauman, Magersari, Mojokerto, Jawa Timur. Bertahun-tahun dia bergabung dengan komunitas seniman di Jakarta. Diantaranya di Wapres Bulungan, TIM, dan Pasar Seni Ancol.&lt;br /&gt;Banyak cerita nyleneh tentang kehidupannya. Salah satunya, mengaku jika ia pernah kuliah di jurusan geologi Univesitas Petra Surabaya. Lantas, iapun bekerja pada pengeboran minyak di Amerika, Kanada, Jordania, Jepang, Filiphina dan Singapura. Bahkan konon ceritanya, lagu Tak Gendong diciptakannya saat dia sedang di bawah jembatan Golden Gate, San Francisco sekitar tahun 1986. Mbah Surip juga mengaku jika ia merupakan lulusan master filsafat dengan gelar Master of Business Administration (MBA) dari salah satu universitas. Hebat kali orang ini.&lt;br /&gt;Soal asal mula rambut gimbalnya pun, ada beberapa versi. Salah satu versinya, dia didandani oleh para seniman Ancol supaya tampil beda untuk album perdana Ijo Royo-royonya. Rambutnya di siram cat, kemudian dipilin dengan benang wol, yang sampai sekarang masih ada. versi lain, rambut itu dipilin dan di panaskan pada pelat senk di atas kompor minyak.&lt;br /&gt;Sejak menggelandang hingga kini, konon sudah lebih dari 200 lagu ia ciptakan. Tujuh buah album telah ia lansir sejak 1998. Album terdahulunya, ia jual sendiri di depan toilet Ancol dan Blok M. Album terakhir menjadi album yang paling laris dan paling top dibanding album sebelum-sebelumnya. Kenapa bisa demikian? Ini menjadi wacana baru pula pada industri musik Indonesia kini. Dia bisa menggempur larisnya lagu-lagu bergenre melayu yang sempat mengundang berbagai cibiran beserta pro-kontranya.&lt;br /&gt;Nylenehnya perkembangan musik Indonesia, ternyata masih kalah nyleneh dengan kehidupan dan perjalanan musik Mbah Surip. Ketika sebagian besar orang mengatakan bahwa ia pengikut Bob Marley yang menganut kebebasan berkespresi, dia sendiri malah menolaknya. Bahkan dia bilang jika dirinya malah nggak tau kalo musik yang dimainkannya bernama reggae.&lt;br /&gt;Benar atau salah mengenai hal-hal di atas, yang tahu hanyalah Mbah Surip dan Tuhan semata.Terlepas dari itu, semoga kehadiran Mbah Surip di kancah jagat hiburan Indonesia, bisa memberi warna baru di televisi kita yang akhir-akhir ini hanya berisi berita murahan, gosip, penipuan dan berbagai pembodohan lain. Karna tak ada lagi nampaknya band yang mengusung tema selain cinta lawan jenis. Membosankan dan memuakkan.&lt;br /&gt;Lanjutkan Mbah Surip!!!!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/737146660060791741-5370776103122102148?l=peyekbroel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peyekbroel.blogspot.com/feeds/5370776103122102148/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=737146660060791741&amp;postID=5370776103122102148' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/737146660060791741/posts/default/5370776103122102148'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/737146660060791741/posts/default/5370776103122102148'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peyekbroel.blogspot.com/2009/07/bangun-tidur-tak-gendong.html' title='Bangun Tidur, Tak Gendong'/><author><name>Nu'man Rifa'i</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17454345759976667880</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_ZSqK2BWAlqc/SFIqLjOzayI/AAAAAAAAAAM/CfW0_ZD53EM/S220/peyeks.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_ZSqK2BWAlqc/SltbGJm18EI/AAAAAAAAAEM/bJU96cY3Cc0/s72-c/mbah+surip.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-737146660060791741.post-8630959692933500896</id><published>2009-05-09T12:35:00.004+07:00</published><updated>2009-05-09T12:47:08.390+07:00</updated><title type='text'>Inug, Nugie,.....</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ZSqK2BWAlqc/SgUYI2Kn3MI/AAAAAAAAAEE/Kt7acD2f6bI/s1600-h/100_5049.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ZSqK2BWAlqc/SgUYI2Kn3MI/AAAAAAAAAEE/Kt7acD2f6bI/s400/100_5049.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5333695873948310722" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/737146660060791741-8630959692933500896?l=peyekbroel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peyekbroel.blogspot.com/feeds/8630959692933500896/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=737146660060791741&amp;postID=8630959692933500896' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/737146660060791741/posts/default/8630959692933500896'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/737146660060791741/posts/default/8630959692933500896'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peyekbroel.blogspot.com/2009/05/inug-nugie.html' title='Inug, Nugie,.....'/><author><name>Nu'man Rifa'i</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17454345759976667880</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_ZSqK2BWAlqc/SFIqLjOzayI/AAAAAAAAAAM/CfW0_ZD53EM/S220/peyeks.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_ZSqK2BWAlqc/SgUYI2Kn3MI/AAAAAAAAAEE/Kt7acD2f6bI/s72-c/100_5049.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-737146660060791741.post-6216872060113864710</id><published>2009-04-06T19:56:00.003+07:00</published><updated>2009-04-06T20:21:10.480+07:00</updated><title type='text'>Antonio Gramsci</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ZSqK2BWAlqc/SdoBqeXXpzI/AAAAAAAAAD8/chcVtOsjQxs/s1600-h/gramsci.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 140px; height: 204px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ZSqK2BWAlqc/SdoBqeXXpzI/AAAAAAAAAD8/chcVtOsjQxs/s320/gramsci.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5321567738908878642" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Surat dari Bui Fasis&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu orang yang gila menulis dari daratan Italia. Tokoh sosialis di parlemen ini termasuk dalam daftar korban kebengisan pemerintah diktator Mussolini yang fasis setelah secara resmi Italia dinyatakan sebagai negara fasis pada 3 Januari 1925. Padahal, sebelumnya dia juga seorang sosialis. Sejak itu pula langkah Mussolini mulai menggila. Partai oposisi dibubarkan dan anggota parlemen yang berseberangan dengan pemerintahnya ditangkap. Mussolini sendiri mendapatkan kekuasaannya atas mandat raja Emanuel III.&lt;br /&gt;Antonio Gramsci menjadi salah satu gerilyawan, bukan dalam berjuaang untuk pembebasan, melainkan gerilya dari satu tahanan ke tahanan yang lain menuruti kemauan sang diktator.&lt;br /&gt;Berbagai rasa dan aroma penjara yang ada di Italia, mungkin telah dicecap oleh Gramsci. Mulai dari ruang yang sempit dengan fasilitas seadanya hingga ruang penjara pribadi penah ditempatinya. Walaupun dengan berbagai ketebatasan dan sensor dari sang diktator.&lt;br /&gt;Salah satu hal yang tidak dapat ditinggalkan oleh Gramsci selama dalam tahanan yaitu keluarganya. dengan segala keterbatasan dan sensor dari penjaga tahanan, dia selalu ingin berkomunikasi dengan keluarganya. Tentunya melalui surat menyurat. Surat yang dibuatnya pun harus lolos sensor penjaga penjara untuk sampai tujuan. Keterbukaan dan menulis keadaan sebenarnya menjadi hal yang terlarang. Tak semua surat yang ditulis Gramsci samapi pada tujuan. Hanya sampai ditangan tukang sensor surat. Mungkin karena isi suratnya yang terlalu jujur dan vulgar dengan keadaannya dalam pejara.&lt;br /&gt;Tak juga semua surat balasan yang datang dari keluarganya dapat menenangkan hatinya. Bahkan kadang tidak sesuai dengan harapannya. Apresiasinya yang tinggi terhadap dunia tulis menulis tampak ketika dia merasa kecewa dengan tulisan keponakannya yang harusnya sudah kelas 5 sekolah dasar, namun cara menulisnya masih seperti waktu kelas 3. Dia amat marah. Gramsci pun menjelaskan kepada kakaknya akan pentingnya berfikir dan refleksi dalam mendidik seorang anak. Kreatifitas kebebasan dan spontanitas juga harus diutamakan dalam pendidikan anak. Hal ini diutarakan pula kepada istrinya, Giulia yang tinggal di Rusia. Bahkan dia sampai menyuruh Geulia untuk menuliskan apa yang ingin diutarakan anak-anaknya untuk Gramsci yang ada di penjara.&lt;br /&gt;dalam aktiiftasnya surat menyurat dengan keluarganya, tak jarang Gramsci juga mengeluarkan kritik atas penulisan surat dari kluarganya. Pernah suatu ketika dia mengkritik dan menyesalkan korespondensi yang tidak lancar pada surat-surat yang ditulis keluarganya. Dan di masa akhir pengasingannya Gramsci menyayangkan jarangnya kluarga dan istrinya untuk mengirim surat padanya kembali.&lt;br /&gt;Selepasnya dari penjara tahun 1937 dan belum sempat bertemu dengan keluarganya dia meninggal karen pndarahan otak. Penyakit yang sudah dideritanya sejak tahun-tahun akhir pengasingan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/737146660060791741-6216872060113864710?l=peyekbroel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peyekbroel.blogspot.com/feeds/6216872060113864710/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=737146660060791741&amp;postID=6216872060113864710' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/737146660060791741/posts/default/6216872060113864710'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/737146660060791741/posts/default/6216872060113864710'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peyekbroel.blogspot.com/2009/04/antonio-gramsci.html' title='Antonio Gramsci'/><author><name>Nu'man Rifa'i</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17454345759976667880</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_ZSqK2BWAlqc/SFIqLjOzayI/AAAAAAAAAAM/CfW0_ZD53EM/S220/peyeks.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_ZSqK2BWAlqc/SdoBqeXXpzI/AAAAAAAAAD8/chcVtOsjQxs/s72-c/gramsci.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-737146660060791741.post-3116166920182254129</id><published>2009-02-17T16:20:00.004+07:00</published><updated>2009-02-25T16:09:53.886+07:00</updated><title type='text'>2012, AKHIR DUNIA?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://adishakti.org/images_foreign/mayamap.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 248px; height: 189px;" src="http://adishakti.org/images_foreign/mayamap.gif" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.eramuslim.com/konsultasi/konspirasi/kiamat-2012.htm"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;AKANKAH??????&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Kabar ini sudah terlalu populer bagi para ilmuwan barat. Namun nampaknya tidak demikian di Indoensia. Entah kenapa,&lt;/span&gt; apakah pemerintah khawatir akan menimbulkan kepanikan pada masyarakat Indonesia? Namun menurutku, lebih baik berita ini di khalayakkan.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syahdan, salah satu suku terbesar di Amerika memiliki suatu perhitungan hari atau kalender. Tak mengherankan pula, karena itu merupakan salah satu hasil kebudayaan. Seperti halnya kalender Masehi, jawa, Cina ataupun Hijriah yang tercipta dari berkembangnya peradaban manusia.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Suku  Maya di Amerika sebenarnya bukanlah suku yang bergaya modern seukuran waktu itu. Masih hidup dibawah emperium dan tidak kalah bila dibandingkan dengan kebudayaan yang terbentuk dari emperium Yunani dan Romawi.&lt;br /&gt;Namun ada pula kemiripan antara keduanya. Apabila di Eropa ada Yunani sebagai seteru Romawi, maka di Amerika, kerajaan Inca dan Aztec sebagai pesaing besar Maya walaupun ketiganya sama-sama suku Indian.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Sebagai gambaran, suku Maya menetap  di daerah perbatasan Meksiko, Guatemala dan Honduras dengan kehidupan agraris. Kerajaan Maya sendiri berdiri sekitar tahun 320 M. Hasil kebudyaan mereka sudah bisa dibilang tinggi, meliputi ilmu Matematika, Astrologi, ahli bangunan, serta berkembang pula seni patung dan seni lukis. Pusat pemerintahan Maya terletak di bagian selatan jazirah Yucatan (320M). Kemudian berpindah ke bagian Utara jazirah Yucatan pada 1000 M. Apabila Maya maju dalam kebudayaannya dan bisa disejajarkan dengan Yunani, maka Inca maju dalam pemerintaha dan bisa disejajarkan dengan Romawi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Bangsa Maya tidak segan-segan mengadakan perlawanan pada para pendatang yang umumnya bangsa eropa. Colombus menjadi tim ekspedisi pertama yang menjamah wilayah Yucatan ini. Salah satu yang menjadi korbannya adalah Hernando de Cordova, salah seorang pemimpin ekspedisi dari eropa yang tewas tahun 1517. Ekspedisi ini biasanya untuk mencari daerah koloni ataupun sumber tambang. dapat dikatakan pula, Ekspedisi bangsa Eropa inilah yang merusak peradaban dan kebudayaan Maya. Maraknya ekpedisi pada abad 16 telah membuat bangsa Maya terdesak ke hutan. Kebudayaan tentunya akan didominasi oeh budaya pendatang.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang tidak begitu saja kebudayaan Maya itu lalu terabaikan. Salah satunya adalah kalender Maya yang mempunyai perbedaan menyolok dari kalender-kalender lain. Kalender ini mempunyai tingkat akurasi yang sangat tinggi. Apa yang diprediksi dalam kalender ini umumnya terjadi. Yang menggemparkan, kalender ini berakhir tahun 2012. Nah loh!&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Akankah kehidupan manusia berakhir pada 2012? Akhir-akhir ini banyak ramalan yang memvonis, bahwa akan terjadi peristiwa besar pada sekitar 2012. Tak tanggung-tanggung, Ilmuwan NASA juga memprediksi akan terjadinya tabrakan antara bumi dengan benda angkasa lain. Ilmuwan lain menyatakan, bumi akan mencari kestabilan baru. Yaitu pindahnya letak medan magnet bumi, seperti halnya pergeseran derajat bumi setiap 72 tahun.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Konon katanya, berbagai fenomena alam yang terjadi adalah dalam rangka bumi mencari kestabilannya kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puncaknya, ya tahun 2012 ini. Secara ilmiah, lapisan atmosfer bumi sudah banyak mengalami kerusakan dan bolong. Sehingga panas matahari akan semakin terasa. Es di kutub mencair. Suhu bumi tidak stabil dan mempengaruhi perubahan musim diseluruh belahan dunia.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Eksplorasi energi fosil yang berlebihan juga berimbas pada pergeseran medan magnet bumi. Karena sebenarnya, energi fosil yang terdapat didalam bumi merupkan bantalan penjaga keseimbangan bagi medan magnet bumi. Kala bantalan itu semakin menipis, maka ketidak seimbangan akan terjadi. Dibelahan bumi lain ada danau yang harus mengering, dan akan muncul danau baru di belahan bumi lainnya. Mungkin itulah yang bisa menjawab fenomena munculnya lumpur Lapindo yang menghebohkan itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;a href="http://www.eramuslim.com/konsultasi/konspirasi/kiamat-2012.htm"&gt;Tak mau kalah, beberapa kalangan ulama juga urun rembuk dengan dalil agama&lt;/a&gt;. Percaya atau tidak,  benturan antara bumi dengan benda asing memang akan terjadi. Tapi bukan di tahun 2012, melainkan sekitar tahun 2015. Hal itu berdasarkan berbagai fenomena alam yang terjadi. Bahkan secara ekstrim dikatakan bahwa tanda-tanda datangnya kiamat yang di paparkan dalam Qur'an sudah tercukupi. Hal itu dikuatkan pula dengan terjadinya penyerangan Israel terhadap Afganistan akhir-akhir ini. Pemberontakan terjadi dimana-mana.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Dalam Qur'an disebutkan bahwa akan terjadi peristiwa dimana debu menyelimuti bumi (dukhan).  Bisa dikaitkan, itu akibat dari tabrakan bumi dengan benda angkasa lain. Konon katanya, benda tersebut akan menghantam wilayah Amerika Serikat. Mengapa harus Amerika? Jawabannya adalah karena bumi ini sudah tidak mampu lagi menampung dosa-dosa yang dilakukan Amerika dan sekutunya. Akhirnya, amarah_Nya akan ditumpahkan disana. Sehingga tidak ada lagi kehidupan yang tersisa di bumi, kecuali orang yang beriman kepada_Nya.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Sebelumnya, kemarau yang berkepanjangan akan terjadi akibat musim yang tidak menentu. Hingga terjadi yang namanya pageblug.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah yang nantinya akan memunculkan Dajjal. Juru selamat berhati busuk.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Manusia yang tersisa akan membangun peradaban baru lagi. Segala teknologi akan musnah, berganti dengan teknologi baru. Israel akan dihancurkan dengan pedang, bukan dengan nuklir, ataupun senjata canggih lainnya. Namun saat itu pintu taubat sudah tertutup.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Itulah sedikit gambaran mengenai isu 2012. Tinggallah kini saatnya bagi kita untuk hidup sebaik mungkin sebagai makhluk. Karena hal itu pasti akan terjadi cepat atau lambat. Semoga kita termasuk orang yang diberikan pentunjuk_Nya.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/737146660060791741-3116166920182254129?l=peyekbroel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peyekbroel.blogspot.com/feeds/3116166920182254129/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=737146660060791741&amp;postID=3116166920182254129' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/737146660060791741/posts/default/3116166920182254129'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/737146660060791741/posts/default/3116166920182254129'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peyekbroel.blogspot.com/2009/02/2012-akhir-dunia.html' title='2012, AKHIR DUNIA?'/><author><name>Nu'man Rifa'i</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17454345759976667880</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_ZSqK2BWAlqc/SFIqLjOzayI/AAAAAAAAAAM/CfW0_ZD53EM/S220/peyeks.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-737146660060791741.post-1430905214364772316</id><published>2009-01-04T14:36:00.005+07:00</published><updated>2009-01-04T14:51:30.430+07:00</updated><title type='text'>KILAS LALU</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:courier new;" &gt;Kilas Januari 1981&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:courier new;" &gt;&lt;br /&gt;2 Januari 1981&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;br /&gt;Hari ini percetakan Ampat Lima yang mencetak buku Bumi Manusia, karya Pramodya Ananta Toer dipanggil oleh Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan hari ini. Bersamaan dengan itu, secara lisan, percetakan itu dimita ujntuk menghentikan percetakan berikutnya. Petugas kejaksaan Rasjid SH. menyatakan bahwa permintaan  tersebut berdasarkan instruksi dari Kadit Polkan Kejaksaan Agung, Susandi SH. tentang penghentian percetakan terhadap buku karya Pramodya, Bumi manusia. Buku ini ditulis oleh Pramodya saat menjalani masa tahanan di pulau Buru. Oleh pemerintah, buku karya-karya Pramodya dinilai membahayakan idiologi Pancasila karena mengandung isi pertentangan kelas dan merupakan karya bekas tapol yang dapat menimbulkan semangat pemebrontakan dan kontradiksi serta bisa menadi batu loncatan kembalinya PKI. Buku ini sebenarnya menarik untuk dibaca. Dan mungkin lebih menarik bila dibandingkan dengan Laskar Pelangi yang eksis jauh setelah terbit perdananya. Namun mungkin karena nasibnya yang kurang mujur, belum ada sutradara yang berminat memfilmkan Bumi Manusia. Namun demikian buku ini tetap terbit walaupun harus menunggu sekian waktu. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:courier new;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20 Januari 1981&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;br /&gt;Hari ini tepat pukul 12.30 WIB, Wilopo meninggal dunia pada batang usianya yang ke-71 tahun. Merupakan seorang politikus, pejuang dan negarawan. Ia menjadi guru Taman Siswa setelah lulus sarjana Hukum dan masuk ke Partindo yang juga turut membentuk Gerindo dan PNI. berbagai jabatan kementrian pernah dijabatnya, diantaranya  Menteri Muda Perburuhan pada Kabinet Amir Syarifuddin, Menteri Perburuhan Kabinet Hatta, Menteri Perekonomian Kabinet Sukiman, bahkan Perdana Menteri RI pada periode 1952-1953 dan Ketua Konstituante (1955-1959). Peristiwa 17 Oktober 1952 terjadi masa ia menjabat perdana menteri. Kata-katanya yang terkenal yaitu "Politikus dan negarawan seharusnya menjadi satu dalam jiwa seorang patriot". &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;21 Januari 1981&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;br /&gt;Kapal penumpang Tampomas II akhirnya tenggelam pukul 12.42 WIB atau pukul 13.42 WIT. Kapal penumpang dengan bobot mati 2.420 ton itu tenggelam di Selat Makasar dekat pulau Masalembo, sekitar 220 mil laut menjelang Pelabuhan Tujuan Ujung Pandang. Kapal berangkat dari Jakarta 24 jam sebelum akhirnya kapal terbakar. Memuat 1.054 penumpang, namun menurut SAR, penumpang berjumlah 1.055, disamping 82 awak kapal. Sejumlah 566 penumpang dan awak kapal dapat diselamatkan pada hari ini. Sedang penumpang lainnya belum diketahui nasibnya. Kapal ini sebelumnya mengalami kebakaran sejak tanggal 19 Januari. Peristiwa ini merupakan catatan terburuk sejarah pelayaran bahkan sejarah transportasi Indonesia. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;{NR}&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/737146660060791741-1430905214364772316?l=peyekbroel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peyekbroel.blogspot.com/feeds/1430905214364772316/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=737146660060791741&amp;postID=1430905214364772316' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/737146660060791741/posts/default/1430905214364772316'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/737146660060791741/posts/default/1430905214364772316'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peyekbroel.blogspot.com/2009/01/kilas-lalu.html' title='KILAS LALU'/><author><name>Nu'man Rifa'i</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17454345759976667880</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_ZSqK2BWAlqc/SFIqLjOzayI/AAAAAAAAAAM/CfW0_ZD53EM/S220/peyeks.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-737146660060791741.post-2449984150000223161</id><published>2008-11-01T23:26:00.003+07:00</published><updated>2008-11-04T21:05:40.933+07:00</updated><title type='text'>Ramadhan KH</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ZSqK2BWAlqc/SRBUjtih82I/AAAAAAAAACM/5ZY-dqRwQXo/s1600-h/Graphic1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 237px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ZSqK2BWAlqc/SRBUjtih82I/AAAAAAAAACM/5ZY-dqRwQXo/s320/Graphic1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5264800936892691298" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:180%;" &gt;Sastrawan Penulis Biografi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Mungkin tak banyak orang yang mengenal sastrawan ini. Apalagi kaum muda yang hidup dalam alam  yang telah dibalut dengan berbagai modernitas dan gemerlap gaya hidup saat ini. Ramadhan KH, dengan nama  lengkap Ramadhan Kartahadimadja, merupakan salah satu satrawan yang mulai menunjukkan tajinya dalam dunia sastra sejak tahun 1956 dengan puisinya Priangan Si Jelita yang mengisahkan keadaan Priangan yang porak poranda akibat ulah gerombolan DI/TII. Puisi ini sempat mendaptkan hadiah sastera nasional Badan Musyawarah Kebudayaan Nasional (BMKN) 1956/1957 dalam Kongres Kebudayaan di Bandung tahun 1960.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;br /&gt;Karirnya dalam tulis menulis mungkin tidak pernah diimpikannya sejak kecil. Sejak duduk di bangku HIS, pria sunda kelahiran Bandung, 16 Maret 1927  yang masih juga keturunan darah biru ini, malah ingin menjadi pelukis. Bahkan lukisannya pernah dipajang dalam sebuah pameran lukisan yang dikelola oleh Otto Djaja. Dilihat dari riwayat pendidikan formalnya, tak satupun yang berhubungan dengan dunia sastra. Pendidikan tingginya berlanjut di ITB. Namun hanya bertahan tujuh bulan. Kemudian pindah ke Akademi Dinas Luar Negeri (ADLN), namun lagi-lagi tak sampai lulus.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;br /&gt;Aoh K. Hadimadja, kakak sebapak Ramadhan merupakan novelis, penyair dan editor terkemuka. Atun, begitu Ramadhan biasa dipanggil  teman-temannya, terpikat bidang tulis-menulis karena kebiasaannya membaca majalah kebudayaan Aoh yang memuat berbagai karya sastra, termasuk puisi. Kebiasaan  itulah yang kemudian membuat Ramadhan serius menekuni sastra dan tulis menulis. Pada awalnya, Tutun, sebagaimana Ramadan dipanggil oleh keluarganya, menggubah sajak dan dimuat dalam Koran Tjahaja terbitan Bandung masa pendudukan Jepang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;br /&gt;Tak hanya bidang sastra, jurnalistik pun dilahapnya. Ia meliput Olympiade di Helsinki tahun 1952. Dari situ, mulailah petualangannya mengarungi lautan sastra dunia, khususnya Eropa. Atun juga belajar banyak belajar mengenai karya-karya sastra Prancis, Spanyol dan Jerman. Atunpun mulai tertarik dengan karya-karya penyair Federica Garcia Lorca, Carmen Conde dan Eugenio Florit. Diterjemahkannya pula beberapa karya Lorca. Tidak hanya berhenti disitu, sepulangnya dari Eropa, Atun turut juga mengelola majalah Kompas:Untuk Generasi, menjadi redaktur ruang kebudayaan pada majalah Siasat, mendidrikan Kelompok Studi budaya, tahun 1958 ia bekerja sebagai Jurnalis di LKBN Antara hingga tahun 1971, mendirikan penerbit Kiwari bersama Ajip Rosidi dan beberapa kiprah lainnya. Selama itu, perjalan hidupnya juga dijalani dibalik terali besi selama 16 hari karena difitnah teribat dalam G30S pasca tergulingnya Soekarno.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;br /&gt;Berbagai penghargaan mewarnai perjalanan karir Ramadhan KH. Setelah mendapatkan penghargaan hadiah sastra pada puisi Priangan Si Jelita-nya, sebagai novelis, novel pertama Ramadhan berjudul Royan Revolusi, mendapatkan hadiah pertama dalam sayembara UNESCO/IKAPI 1968 dan diterbitkan tahun 1970. Novelnya Kemelut Hidup (1976) difilmkan oleh Asrul Sani. Novelnya yang paling menantang yaitu Ladang Perminus yang diangkat dari realita korupsi di Pertamina masa Soeharto.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;br /&gt;Di tahun 1980an, Ramadhan mulai menulis buku-buku biografi. Ramadhan juga mendapatkan permintaan dari beberapa tokoh untuk menuliskan biografinya. Karya biografi Ramadhan yang pertama yaitu Kuantar ke Gerbang: Kisah Cinta Ibu Inggit dengan Bung Karno, sebuah biografi Inggit Ganarsih yang terbit pada Mei 1981. Gaya penulisannya khas yang menimbulkan nuansa sastra. Atun pulalah yang menulis biografi Soeharto, Ali sadikin, Gobel, Hoegeng, Kemal Idris, Soemitro, Laksamana Sukardi, dan beberapa orang lainnya. Karena karya biografinya inilah sehingga Ramadhan (bersama dengan Rosihan Anwar) diangkat sebagai anggota kehormatan Masyarakat Sejarawan Indonesia dalam Kongres Nasional Sejarah VII dan Kongres Masyarakat Sejarawan Indonesia V yang diadakan di Jakarta, Oktober 2001.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;br /&gt;Ramadhan menikah tahun 1958 dengan seorang diplomat yang pernah bekerja di paris, Los Angles, Jenewa, dan Bonn bernama Pruistin Atmadjasaputra atau Tines. Tines juga dikenal dengan terjemahannya dari karya Anton Chekov berbahasa Rusia dengan judul Kebun Ceri (1972). Puisi Priangan Si Jelita pun Ramadhan persembahkan kepada Tines untuk lebih menarik perhatiannya. Mereka dikaruniai dua orang putra yaitu Gumilang Ramadhan dan Gilang Ramadhan yang merupakan salah satu musisi mashur saat ini. Pernikahan kedua Atun pada 1993 juga dengan seorang diplomat, Salfrida Nasution, setelah meninggalnya Tines tahun 1990 akibat kanker payudara. (dari berbagai sumber).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/737146660060791741-2449984150000223161?l=peyekbroel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peyekbroel.blogspot.com/feeds/2449984150000223161/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=737146660060791741&amp;postID=2449984150000223161' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/737146660060791741/posts/default/2449984150000223161'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/737146660060791741/posts/default/2449984150000223161'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peyekbroel.blogspot.com/2008/11/ramadhan-kh-sastrawan-penulis-biografi.html' title='Ramadhan KH'/><author><name>Nu'man Rifa'i</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17454345759976667880</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_ZSqK2BWAlqc/SFIqLjOzayI/AAAAAAAAAAM/CfW0_ZD53EM/S220/peyeks.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_ZSqK2BWAlqc/SRBUjtih82I/AAAAAAAAACM/5ZY-dqRwQXo/s72-c/Graphic1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-737146660060791741.post-8677873279125278975</id><published>2008-11-01T23:24:00.001+07:00</published><updated>2008-11-01T23:24:31.040+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>piye jal????&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/737146660060791741-8677873279125278975?l=peyekbroel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peyekbroel.blogspot.com/feeds/8677873279125278975/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=737146660060791741&amp;postID=8677873279125278975' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/737146660060791741/posts/default/8677873279125278975'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/737146660060791741/posts/default/8677873279125278975'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peyekbroel.blogspot.com/2008/11/piye-jal.html' title=''/><author><name>Nu'man Rifa'i</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17454345759976667880</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_ZSqK2BWAlqc/SFIqLjOzayI/AAAAAAAAAAM/CfW0_ZD53EM/S220/peyeks.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-737146660060791741.post-7237344250819014837</id><published>2008-09-17T13:35:00.001+07:00</published><updated>2008-09-17T13:42:27.243+07:00</updated><title type='text'>lagi sedih......</title><content type='html'>Kapan puasaku bisa sempurna?????&lt;br /&gt;thats All!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/737146660060791741-7237344250819014837?l=peyekbroel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peyekbroel.blogspot.com/feeds/7237344250819014837/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=737146660060791741&amp;postID=7237344250819014837' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/737146660060791741/posts/default/7237344250819014837'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/737146660060791741/posts/default/7237344250819014837'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peyekbroel.blogspot.com/2008/09/lagi-sedih.html' title='lagi sedih......'/><author><name>Nu'man Rifa'i</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17454345759976667880</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_ZSqK2BWAlqc/SFIqLjOzayI/AAAAAAAAAAM/CfW0_ZD53EM/S220/peyeks.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-737146660060791741.post-615494719998940538</id><published>2008-07-22T15:31:00.004+07:00</published><updated>2008-07-22T15:59:57.004+07:00</updated><title type='text'>sekelumit  di bulan Juli 1981</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link style="font-family: courier new;" rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CLimuny%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:Calibri; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:courier new;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:courier new;font-size:180%;"  &gt;24 Juli 1981&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="line-height: 115%;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Buya Hamka&lt;/span&gt; (&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Haji Abdul Malik Karim Amrullah&lt;/span&gt;) ulama besar dan sastrawan yang  terbaring di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) sejak 17 Juli 1981, meninggal dunia  pada pukul 10.41 WIB karena penyakit jantung, diabetes dan radang pru-paru. Jenazahnya dikebumikan di Taman Pemakaman Umum (TPU) Tanah Kusir Kebayoran lama jakarta pada petang harinya. Pemakaman tersebut dilepas ribuan umat yang secara spontan datang berbondong-bondong. Sebelumnya, pada 18 Mei 1981, &lt;/span&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link style="font-family: courier new;" rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CLimuny%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C03%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:Calibri; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt; Haji Abdul Malik Karim Amrullah atau yang lebih dikenal dengan Hamka, mengundurkan diri sebagai Ketua MUI&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:Calibri;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;. Pengunduran diri hamka sebagai ketua MUI ini terkait dengan dikeluarkannya fatwa MUI mengenai diharamkannya orang-orang Islam di Indonesia untuk menghadiri upacara resmi perayaan Natal umat Kristiani yang telah mengundang pro-kontra dikalangan masyarakat dan pemerintahan. Khususnya tanggapan dari Menteri Agama Alamsjah. Fatwa teresebut dikeluarkan pada tangggal 7 Maret 1981 dengan dalih untuk melindungi umat muslim dari pengaruh umat Nasrani. Namun demikian, dalam surat pernyataan penguduran dirinya, Hamka mengatakan bahwa fatwa MUI  tersebut tetap sah. Pengunduran diri Hamka ini mendapat sambutan gembira dari kalangan muslim, walaupun pada waktu ia terpilih sebagai ketua MUI, tak banyak yang memberinya ucapan selamat. Atas fatwa yang dikeluarkan oleh MUI ini, menteri Agama waktu itu, Alamsjah, marah dan mengecam dikeluarkannya fatwa tersebut serta mengundurkan diri karena merasa tidak mampu mengampu amanat berbagai penganut agama di Indonesia saat mengadakan pertemuan dengan MUI tanggal 23 April 10981. Hamka memlilih mundur pada 18 Mei 1981 karena menganggap dirinya lah yang bertanggung jawab atas mundurnya menteri agama Alamsjah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Hamka meninggal hanya beberapa bulan setelah ia meletakkan jabatannya sebagai ketua MUI. Sebuah teladan yang mestinya di renungi oleh para pejabat saat ini. Seorang pemimpin yang besar hati dan siap bertaruh untuk mebela umat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Dari berbagai sumber&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/737146660060791741-615494719998940538?l=peyekbroel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peyekbroel.blogspot.com/feeds/615494719998940538/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=737146660060791741&amp;postID=615494719998940538' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/737146660060791741/posts/default/615494719998940538'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/737146660060791741/posts/default/615494719998940538'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peyekbroel.blogspot.com/2008/07/sekelumit-di-bulan-juli-1981.html' title='sekelumit  di bulan Juli 1981'/><author><name>Nu'man Rifa'i</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17454345759976667880</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_ZSqK2BWAlqc/SFIqLjOzayI/AAAAAAAAAAM/CfW0_ZD53EM/S220/peyeks.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-737146660060791741.post-6234112050801725506</id><published>2008-07-11T13:26:00.000+07:00</published><updated>2008-07-11T13:59:29.724+07:00</updated><title type='text'>kambuh lagi</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: courier new;font-size:85%;" &gt;Apakah korupsi di Indonesia bisa dihilangkan? Ditanah yang memang dibangun dari sebuah hirarki kekuasaan yang korup? Korupsion telah ada, masuk di wilayah yang sekarang Indonesia sejak berabad-abad lamanya. Jauh sebelum Indonesia itu sendiri ada. Betapa sudah terlalu mengakarnya korupsi di tanah Indonesia. tentu tidak bisa kita samakan dengan pohon atau apa saja, yang jika sudah waktunya akan mati. Wajar lah kiranya apa bila korupsi sulit di  hilangkan dari bumi Indonesia hingga saat ini. Berawal dari sebuah pendudukan, ekplorasi dan ekploitasi. Portugis, Belanda, Inggris, semuanya mewariskan budaya korup. yang bahkan hingga mengorbankan ribuan nyawa pribumi. Walaupun juga sudah ada upaya dari para penjajah itu untuk menghapuskan. Tetapi saya rasa itu bukan salah mereka semata. Akar budaya bangsa feodal juga turut mengembangkan dan mempertahankan budaya korup. Salah satu upayanya bahkan hingga mengumpulkan para intelejen untuk mengejar kaoruptor internasional. Katanya dulu mau didirikan sekolah intelejen yang khusus untuk menangani koruptor kelas dunia di Semarang. Entah sekarang, apa kabarnya.  Apakah malah menjadi tempat belajar bagi yang mau menjadi koruptor handal tingkat dunia? KPK yang ada saat ini semoga bukan cuma sejenak untuk menenangkan  hati  rakyat yang sudah banyak ketipu ini......&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/737146660060791741-6234112050801725506?l=peyekbroel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peyekbroel.blogspot.com/feeds/6234112050801725506/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=737146660060791741&amp;postID=6234112050801725506' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/737146660060791741/posts/default/6234112050801725506'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/737146660060791741/posts/default/6234112050801725506'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peyekbroel.blogspot.com/2008/07/kambuh-lagi.html' title='kambuh lagi'/><author><name>Nu'man Rifa'i</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17454345759976667880</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_ZSqK2BWAlqc/SFIqLjOzayI/AAAAAAAAAAM/CfW0_ZD53EM/S220/peyeks.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-737146660060791741.post-3120352511331996536</id><published>2008-07-10T16:08:00.000+07:00</published><updated>2008-07-11T13:26:39.830+07:00</updated><title type='text'>lagi sedih</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Telah aku kubur semua kisahku yang dulu.Renik-renik kisah yang pernah ada dalam hatiku. Dan kini aku coba untuk membuka lembaran baru kisah baru. Namun ternyata tak semudah yang aku harap dan aku bayangkan. Lembaran baru itu terasa berat untuk ku buka. Yang dapat kulihat masihlah lembaran kosong. Bila saja lembaran itu telah terisi, walaupun tanda tanya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Bila kau percaya pada takdir, maka bersiaplah menerima takdirmu.Bila kau percaya pada nasib, maka siapkanlah nasibmu sendiri demi hari depanmu.Bila kau percaya adanya karma, maka bersiaplah untuk menerima karmamu.Ada hitam ada putih, ada baik ada buruk, ada aksi ada reaksi, ada perbuatan ada ganjaran. Ya...itulah realitanya, sebuah kepastian, karena telah digariskan oleh Illahi.Ada kalanya kita mencampakkan dan di campakkan seorang karena sebuah keharusan, ganjaran karena pernah mencampakkan orang lain.Tuhan.....Semoga yang hidup yang aku jalani saat ini bukanlah sebuah karma.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/737146660060791741-3120352511331996536?l=peyekbroel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peyekbroel.blogspot.com/feeds/3120352511331996536/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=737146660060791741&amp;postID=3120352511331996536' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/737146660060791741/posts/default/3120352511331996536'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/737146660060791741/posts/default/3120352511331996536'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peyekbroel.blogspot.com/2008/07/lagi-sedih.html' title='lagi sedih'/><author><name>Nu'man Rifa'i</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17454345759976667880</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_ZSqK2BWAlqc/SFIqLjOzayI/AAAAAAAAAAM/CfW0_ZD53EM/S220/peyeks.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-737146660060791741.post-4764932938758762761</id><published>2008-06-25T14:57:00.000+07:00</published><updated>2008-06-25T15:08:38.714+07:00</updated><title type='text'>HOLLANDS INLANDSE SCHOOL</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: courier new;font-size:100%;" &gt;Alasan yang paling mendasar dari didirikannya HIS adalah keinginan yang kuat dari rakyat Indonesia sendiri untuk mendapatkan pendidikan ala Barat. Hal itu merupakan akibat dari perubahan kondisi sosial ekonomi di kawasan Timur Jauh yang telah diperkenalkan pada masa Politik Etis yang diberlakukan kepada Indonesia. Selain itu juga diorong oleh organisasi-organisasi yang telah berdiri di Indonesia pada waktu itu, seperti Budi Utomo dan Sarekat Islam.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: courier new;font-size:100%;" &gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: courier new;font-size:100%;" &gt;Apalagi dengan didirikannya sekolah untuk orang-orang Cina di Indonesia yaitu Hollands Chinese School (HCS).&lt;br /&gt;Pembukaan HIS juga didukung oleh perekonomian yang semakin meningkat dan perluasan wilayah pemerintah Belanda di luar Jawa. Hal itu tentu saja berdampak pada bertambahnya jumlah pegawai pemerintahan yang dibutuhkan, tentunya dengan syarat berpendidikan.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: courier new;font-size:100%;" &gt;HIS pada awalnya adalah Sekolah Kelas Satu, dan resmi diganti menjadi HIS pada tahun 1914. Tanggapan dari pihak Belanda dengan didirikannya sekolah ini kurang begitu&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: courier new;font-size:100%;" &gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: courier new;font-size:100%;" &gt;baik. Mereka menganggap bahwa pendirian sekolah ini hanya akan menimbulkan pengangguran dikalangan kaum intelektual yang tidak terserap oleh pemerintah dan perusahaan swasta, karena orientasi mereka adalah untuk menjadi pegawai pemerintahan atau paling tidak sebagai karyawan di perusahaa-perusahaan swasta. Apalagi kekhawatiran dari pihak Belanda akan munculnya orang pandai yang menyaingi orang Belanda.&lt;br /&gt;Kurikulum yang dipakai HIS adalah sesuai yang tercantum dalam Statuta 1914 No. 764, yaitu meliputi semua pelajaran ELS (Europese Lagere School). Di HIS diajarkan membaca dan menulis bahasa daerah dalam aksara Latin dan Melayu dalam tulisan Arab dan Latin. Namun disini, yang lebih ditekankan adalah pelajaran bahasa Belanda yang sampai memakan waktu lebih dari enampuluh enam persen dari waktu belajar.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: courier new;font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;Didirikannya HIS merupakan salah satu titik penting dalam sejarah pendidikan di Indonesia. Karena sekolah inilah yang membuka kesempatan bagi rakyat pribumi untuk melanjutkan pendidikan sampai pada tingkat yang setinggi-tingginya. Sekolah ini pun tidak hanya dikhususkan bagi golongan atas saja, namun juga terbuka bagi orang-orang golongan rendah. &lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;div style="text-align: left; font-family: courier new;"&gt;  &lt;span style=";font-size:100%;" &gt;Yang menarik dari sekolah ini yaitu kurikulum yang sangat berpusat pada Belanda atau Belanda sentris. Hal itu dapat dilihat dari pemakaian bahasa Belanda dalam sebagian besar pelajarannya. Bahkan sejarah negeri Belanda pun dipelajari disini secara mendalam, sehingga memunculkan kekawatiran akan berubahnya pola pikir para murid yang condong kepada pemerintah Belanda dan merasa asing dengan kebudayaannya sendiri. Namun demikian, ternyata setelah lulus dari HIS, tidak banyak murid yang lancar dalam penguasaan bahasa Belanda-nya. Bahkan apa yang dikawatirkan pun tidak terjadi, malah jiwa nasionalisme mereka semakin tinggi.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Dari berbagai sumber.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/737146660060791741-4764932938758762761?l=peyekbroel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peyekbroel.blogspot.com/feeds/4764932938758762761/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=737146660060791741&amp;postID=4764932938758762761' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/737146660060791741/posts/default/4764932938758762761'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/737146660060791741/posts/default/4764932938758762761'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peyekbroel.blogspot.com/2008/06/hollands-inlandse-school.html' title='HOLLANDS INLANDSE SCHOOL'/><author><name>Nu'man Rifa'i</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17454345759976667880</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_ZSqK2BWAlqc/SFIqLjOzayI/AAAAAAAAAAM/CfW0_ZD53EM/S220/peyeks.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-737146660060791741.post-3386638871459198982</id><published>2008-06-16T12:51:00.000+07:00</published><updated>2008-06-16T13:05:20.153+07:00</updated><title type='text'>-/+ setahun</title><content type='html'>Hmpir setahun berlalu. masih ingat aku, sebuah pesan singkat dari seorang teman yang isinya sangat tidak aku harapkan. Berita kematian. Itulah inti dari pesan tersebut. Inug, Nugie, Benyamin, dan mungkin beberapa lagi panggilan akrab bagi kawanku yang telah berpulang. Setahun lalu, aku hanya bisa terhenyak. Diam. Ku baca berulang pesan singkat itu. Isinyajuga tetap sama. tapi sekarang aku yakin Gie. nikmatilah semua kebaikanmu. Semua disini hanya bisa mendoakanmu dan mungkin sesekali mengnjungimu......&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/737146660060791741-3386638871459198982?l=peyekbroel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peyekbroel.blogspot.com/feeds/3386638871459198982/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=737146660060791741&amp;postID=3386638871459198982' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/737146660060791741/posts/default/3386638871459198982'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/737146660060791741/posts/default/3386638871459198982'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peyekbroel.blogspot.com/2008/06/setahun.html' title='-/+ setahun'/><author><name>Nu'man Rifa'i</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17454345759976667880</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_ZSqK2BWAlqc/SFIqLjOzayI/AAAAAAAAAAM/CfW0_ZD53EM/S220/peyeks.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-737146660060791741.post-4052320045805770079</id><published>2008-06-13T14:46:00.000+07:00</published><updated>2008-06-13T14:56:48.614+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='test'/><title type='text'>sebuah kenangan suram</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;strong&gt;Gerakan 30 September,&lt;br /&gt;Sebuah Kontroversi yang Belum Berakhir&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Apabila kita menelaah lebih dalam mengenai peristiwa yang terjadi pada bulan September 1965, atau sering disebut dengan G 30 S, seolah kita telah masuk dalam sebuah dunia, yaitu dunia misteri. Dimana kita tidak tahu siapakah sebenarnya dalang dari peristiwa tersebut. Teka-teki pun bermunculan saat kita ingin mengungkap fakta-fakta di balik peristiwa 30 September itu. Peristiwa berdarah ini merupakan peristiwa yang paling tragis dalam sejarah Negara Indonesia modern. Bagaimana tidak, gerakan ini telah memakan korban rakyat Indonesia, baik dari kalangan sipil maupun militer. Ironisnya, gerakan ini dilakkukan sendiri oleh sebagian dari rakyat Indonesia. Hal ini jelas telah melenceng dari cita-cita persatuan dan kesatuan Negara Indonesia yang telah menghantarkan rakyat Indonesia pada proklamasi kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945. Bukan hanya sampai disitu, perstiwa ini juga telah menyisakan dampak hingga sekarang. Kontroversi yang berkepanjangan menjadi beban berat bagi sejarawan untuk merekonstruksi peristiwa tersebut seobyektif mungkin. Namun apabila kita amati lebh jauh, hal itu tampaknya tidak akan pernah terjadi karena sumber sejarah mengenai peristiwa ini pun banyak yang subyektif. Misalkan, sumber dari kalangan militer, tentunya akan membela militer, sumber dari keluarga orang PKI, tentunnya akan membela keluarganya, dan sumber dari korban akan berbicara lain lagi. &lt;br /&gt;Berbagai versi pun muncul dalam rangka pengungkapan peristiwa berdarah tersebut. Subyektifitas menjadi primadona dalam penulisan sejarah gerakan 30 September. Tentunya hal itu tidak dapat dilepaskan dari adanya maksud-maksud politis di balik pengungkapan itu. Sejarawan pun banyak di buat bingung olehnya, bahkan ada pula yang terlibat langsung dalam proses politisasi pengungkapan peristiwa itu. Salah satu versinya adalah terlibatnya PKI sebagai dalang dari terjadinya gerakan itu. Ini merupakan versi dari pemerintah RI. Bukti mengenai hal ini didapat setelah tertangkapnya ketua CDB PKI Jakarta Raya Nyono.&lt;br /&gt;Di pihak lain, TNI AD juga dituduh menjadi dalang peristiwa ini. Persoalan internlah yang memicu pemberontakan beberapa anggota TNI. Ketidak puasan terhadap sikap pemimpin menjadi akar permasalahannya. Hal itu di tunjukan dengan adanya siaran radio dari pihak pemberontak yang menyatakan bahwa gerakan 30 September adalah suatu kelompok militer yang telah bertindak untuk melindungi Sukarnodari suatu kudeta yang direncanakan oleh suatu dewan yang terdiri dari jenderal-jenderal Jakarta yang korup dan menikmati penghasilan tinggi yang menjadi kaki tangan Badan Intelejen Pusat Amerika Serikat (CIA).&lt;/span&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn1" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=737146660060791741#_ftn1" name="_ftnref1"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt; Hal ini juga didukung dengan adanya dekrit nomor 1 mengenai pembentukan dewan revolusi Indonesia. Ditambah lagi dengan adanya kertas kerja yang dikeluarkan oleh Universitas Cornell, New York pada tahun 1965yang berjudul A Preliminary Analysis of The October 1, 1965 Coup In Indonesia dan terbitnya buku yang berjudul Whose Plot New Light on the 1965 Events yang merupakan versi resmi dari PKI.&lt;/span&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn2" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=737146660060791741#_ftn2" name="_ftnref2"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;br /&gt;Namun dari gerakan militer itu dapat ada pula yang menuduh Sukarno lah yang menjadi dalang dari gerakan tersebut. Hal itu di tunjukkan dengan dipanggilnya Leimena, Panglima Angkatan Laut, Panglima Kepolisian dan lain-lainnya ke pangkalan udara  Halim guna mengadakan konsultasi yang di mungkinkan terkait dengan lolosnya Nasution. Sukarno juga mengadakan pertemuan dengan Omar Dhani dan tokoh-tokoh kudeta lainnya. Dengan demikian, banyak perwira angkatan darat yang mencurigainya.&lt;/span&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn3" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=737146660060791741#_ftn3" name="_ftnref3"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;[3]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Pada pukul sembilan malam tepat tanggal 1 Oktober, Suharto mengumumkan melalui radio behwa enam orang jenderal telah diculik oleh golongan kontra revolusioner dan kini dialah yang memegang kendali atas angkatan bersenjata adan akan menumpas gerakan 30 September dan melindungi Sukarno. Bahkan dia mengacuhkan pemberitahuan kepadanya mengenai pengambil alihan komando militer oleh Sukarno sebelum ia mengumumkan gerakan penculikan tersebut.&lt;/span&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn4" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=737146660060791741#_ftn4" name="_ftnref4"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;[4]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt; Kecurigaan terhadap Suharto muncul karena dia tidak mendapatkan serangan diantara jenderal-jenderal lain. Sedangkan Suharto sendiri merupakan salah satu kepercayaan Sukarno. Terbukti Suharto dapat dengan mudahnya mengambil alih komando atas angkatan bersenjata Indonesia dan tidak lagi menggubris Sukarno. Dan setelah itu kudeta pun berakhir dengan mudah pula. Disisi lain, sebelum serangan terjadi, Suharto sedang berada di RSPAD. Kedatangan A. Latief menemui Suharto di RSPAD ini mengundang kecurigaan, bahwa Latief datang untuk memberitahukan mengenai rencana gerakan tersebut.&lt;/span&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn5" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=737146660060791741#_ftn5" name="_ftnref5"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;[5]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;br /&gt;Di sampiung beberapa versi di atas, kita juga perlu melihat factor lain yang terjadi di dunia internasional. Pengaruh Negara barat, sangat dimungkinkan berperan dalam gerakan ini. Stablitas Negara yang masih rapuh, merupakan satu kesempatan yang baik untuk menyusupkan idiologi-idiologi barat. Terlebih lagi, perang dingin antara kubu Soviet dengan Amerika masih berkecambuk. Hal ini juga merupakan sebuah pertimbangan dalam mengungkap peristiwa berdarah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn1" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=737146660060791741#_ftnref1" name="_ftn1"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt; M. C. Ricklefs, Sejarah Indonesia Modern, cetakan ke-5. Yogyakarta: Gajah Mada Univercity Press, 1995, hlm 428.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn2" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=737146660060791741#_ftnref2" name="_ftn2"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt; Atmaji Sumardkidjo, Mendung di Atas Istana Merdeka : Menyingkap Peran Biro Khusus PKI dalam Pemberontakan G 30 S. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan, 2000, hlm. 16.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn3" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=737146660060791741#_ftnref3" name="_ftn3"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;[3]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt; Ricklefs, loc. cit.               &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn4" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=737146660060791741#_ftnref4" name="_ftn4"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;[4]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt; Ibid., hlm. 429.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn5" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=737146660060791741#_ftnref5" name="_ftn5"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;[5]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt; St. Sularto, Dialog dengan Sejarah: soekarno Seratus Tahun. Jakarta: Kompas, 2001, hlm. 303.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/737146660060791741-4052320045805770079?l=peyekbroel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peyekbroel.blogspot.com/feeds/4052320045805770079/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=737146660060791741&amp;postID=4052320045805770079' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/737146660060791741/posts/default/4052320045805770079'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/737146660060791741/posts/default/4052320045805770079'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peyekbroel.blogspot.com/2008/06/sebuah-kenangan-suram.html' title='sebuah kenangan suram'/><author><name>Nu'man Rifa'i</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17454345759976667880</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_ZSqK2BWAlqc/SFIqLjOzayI/AAAAAAAAAAM/CfW0_ZD53EM/S220/peyeks.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
